Sabtu, 24 Oktober 2020

Tugas Pertemuan ke 6

SEJARAH INTERNET

Internet adalah jaringan komunikasi yang menggunakan media elektronik. Internet biasanya digunakan untuk mencari informasi atau pengetahuan secara cepat dan singkat. Internet membuat revolusi baru dalam dunia industri dan komunikasi.

https://www.brilio.net/gadget/sejarah-dan-perkembangan-internet-200422k.html


Awal Mulai Internet digunakan pada Industri

Tahun 1986 – 1987

Berawal dari tulisan – tulisan awal yang datang dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Dengan hanya “modal” pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV), dan belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo (YC1DAV), berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) yang belajar bersama untuk mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Mereka-lah yang mulai mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir radio di seluruh dunia, agar email tersebut dapat tetap berjalan dengan lancar.

https://mastel.id/sejarah-perkembangan-internet-di-indonesia/


Bagaimana Penerapan Internet pada Industri

Internet  of  thing  menjadi  sebuah  bidang penelitian  tersendiri  semenjak  berkembangnya teknologi  internet  dan  media  komunikasi  lain, semakin  berkembang  keperluan  manusia  tentang teknologi,  maka  semakin  banyak  penelitian  yang akan  hadir,  internet  of  things  salah  satu   hasil pemikiran para peneliti yang mengoptimasi beberapa
alat  seperti  media  sensor,  radio  frequency identification  (RFID),  wireless  sensor  network  serta smart  object  lain  yang  memungkinkan  manusia mudah  berinteraksi  dengan  semua  perlatan  yang terhubung  dengan  jaringan  internet.

http://journal.widyatama.ac.id/index.php/jitter/article/view/66

Sabtu, 10 Oktober 2020

Tugas Pertemuan Ke 4

Perkembanngan dan Kesiapan Industri di Indonesia pada Artificial Intelligence dan Big Data


AI dan Big Data

Secara umum, AI mengacu pada alat komputasi yang mampu menggantikan kecerdasan manusia dalam melakukan tugas tertentu. Teknologi ini saat ini berkembang dengan sangat pesat, seperti pertumbuhan eksponensial yang dialami oleh teknologi database di akhir abad kedua puluh. Basis data telah berkembang menjadi infrastruktur inti yang menggerakkan perangkat lunak tingkat perusahaan. Demikian pula, sebagian besar nilai tambah baru dari perangkat lunak selama beberapa dekade mendatang diharapkan didorong, setidaknya sebagian, oleh AI.

Dalam dekade terakhir, database telah berkembang secara signifikan untuk menangani fenomena baru yang disebut "data besar". Ini mengacu pada ukuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan skala global dari kumpulan data modern, yang sebagian besar dikumpulkan dari sistem komputer yang telah menjadi perantara hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Misalnya, YouTube menerima lebih dari 400 jam konten video setiap menit (Brouwer 2015)

 https://www.cigionline.org/articles/cyber-security-battlefield?utm_source=google_ads&utm_medium=grant&gclid=Cj0KCQjwt4X8BRCPARIsABmcnOrQEsDHGSZ1MA66cgToOKEO694mtt9NylKwErgTASl1B1_IYy64cIIaAvB1EALw_wcB



Peralihan atau Penerapan Artificial Intelligence dan Big Data

pada Industri di Indonesia


Artificial Intelligence (AI)

AI merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia dan bisa diatur sesuai keinginan manusia. AI
bekerja dengan mempelajari data yang diterima secara berkesinambungan. Semakin banyak data yang diterima dan dianalisis, semakin baik pula AI dalam membuat prediksi. Aplikasi chatbot dan pengenalan wajah (face recognition) merupakan salah satu contoh penerapan AI.

Big Data

Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume besar data, baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Namun bukan jumlah data yang penting,
melainkan apa yang dilakukan organisasi terhadap data. Big Data dapat dianalisis untuk pengambilan keputusan maupun strategi bisnis yang lebih baik. Penyedia Layanan Big Data Indonesia, antara lain:
a. Sonar Platform;
b. Paques Platform;
c. Warung Data;
d. Dattabot.

https://aptika.kominfo.go.id/2020/01/revolusi-industri-4-0/


Artificial Intelligence


Kesimpulan

Artificial intelligence dan Big Data merupakan hasil karya manusia yang luar biasa cerdas dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. AI memang sudah banyak memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Dengan adanya AI pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan cepat.

Saran

Dengan adanya Artificial intelligence dan Big Data  apakah tidak takut kalau suatu saat AI bisa menggantikan posisi manusia. Atau mungkin karena terlalu cerdasnya para AI akan membahayakan manusia. Untuk itu satan saya untuk para scientist lebih memperhatikan sisi positif dan negatif dari AI mereka. dipikirkan kedepannya karya mereka akan berguna atau malah merusak.

Keuntungan
1. AI dan Big Data bersifat permanen. maksudnya kecerdasan mereka dapat digunakan berulang2.
2. AI dan Big Data menawarkan kemudahan. tentunya karena berbagai data dari kecerdasan manusia telah disimpan di AI, kita jadi bisa mudah mengaksesnya lagi.

3. AI dan Big Data bersifat konsisten dan teliti. jadi kecerdasan mereka itu tidak akan pernah berkurang.

4. AI dan Big Data dapat didokumentasi. dapat disimpan entah diarsipkan ataupun berupa panduan untuk generasi berikutnya.

Kerugian
1. AI dan Big Data tidak memiliki common sense. common sense sendiri merupakan sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh kita sebagai manusia.

2. Kecerdasan AI dan Big Data terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya. Sebagaimana sistem yang hanya digunakan untuk mengenali suara manusia dalam bahasa indonesia, selamanya tidak akan pernah mampu mengenali bahasa yunani tanpa ada fungsi didalamnya.


    Minggu, 04 Oktober 2020

    Tugas pertemuan 3 PTIK

     Nama               : ilham Fadillah

     Nim                 : 12200026

     Kelas               : 12.1B.06


    1. Sejarah Revolusi Industri Dari 1.0 hingga 4.0

    revolusi industri adalah perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi antara 1750 – 1850. Saat itu, terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Perubahan tersebut ikut berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.


    Revolusi Industri 1.0

    Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.

    Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.


    Revolusi Industri 2.0

    Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. 

    Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu yang bersamaan.

    Revolusi terjadi dengan terciptanya "lini produksi" atau assembly line yang menggunakan "ban berjalan" atau conveyor belt pada 1913. Hal ini mengakibatkan proses produksi berubah total karena untuk menyelesaikan satu mobil, tidak diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja.

    Selain itu, para perakit mobil telah melakukan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.

    Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.


    Revolusi Industri 3.0

    Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.

    Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot.

    Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman adalah komputer bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard. Komputer purba tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.

    Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa pesat setelah perang dunia kedua selesai. Penemuan semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, serta kemampuan berhitungnya semakin canggih.

    Mengecilnya ukuran membuat komputer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.


    Revolusi Industri 4.0

    Nah, inilah revolusi industri yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Bahkan, diangkat menjadi salah satu topik dalam Debat Capres 2019. Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

    Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.

    Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

    Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

    Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

    Simpulannya, revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.



    2. Tantangan dan Peluang Revolusi Industri 4.0


    Seperti revolusi yang mendahuluinya, Revolusi Industri 4.0 memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat pendapatan global dan meningkatkan kualitas hidup populasi di seluruh dunia. Sampai saat ini, mereka yang telah memperoleh hasil maksimal darinya adalah konsumen yang mampu membeli dan mengakses dunia dan layanan digital.

    Teknologi telah memungkinkan produk dan layanan baru yang meningkatkan efisiensi dan kesenangan kehidupan pribadi kita. Memesan taksi, memesan penerbangan, membeli produk, melakukan pembayaran, mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game — semua ini sekarang dapat dilakukan dari jarak jauh, bahkan untuk urusan bisnis seperti pembukuan, dengan hadirnya software akuntansi berbasis cloud.

    Di masa depan, inovasi teknologi juga akan mengarah pada keajaiban sisi penawaran, dengan keuntungan efisiensi dan produktivitas jangka panjang. Biaya transportasi dan komunikasi akan turun, logistik dan rantai pasokan global akan menjadi lebih efektif, dan biaya perdagangan akan berkurang, yang semuanya akan membuka pasar baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Pada saat yang sama, seperti yang ditunjukkan oleh ekonom Erik Brynjolfsson dan Andrew McAfee, revolusi dapat menghasilkan ketimpangan yang lebih besar, khususnya dalam potensinya untuk mengganggu pasar tenaga kerja.

    Sebagai pengganti otomatisasi untuk tenaga kerja di seluruh ekonomi, penggantian pekerja oleh mesin dapat memperburuk kesenjangan antara pengembalian modal dan pengembalian tenaga kerja. Di sisi lain, juga dimungkinkan bahwa pemindahan pekerja dengan teknologi akan, secara agregat, menghasilkan peningkatan dalam pekerjaan yang aman dan menguntungkan.



    3. Penyebab Utama Terjadinya Tranformasi Digital


    digital transformation yang sering digembar-gemborkan oleh pelaku bisnis terutama dari tech start up kekinian beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah tech start up tersebut pun sering disebut sebagai agen perubahan. Tidak hanya pelaku bisnis atau organisasi saja yang merasakan perubahan ini, tetapi juga masyarakat awam sebagai pengguna layanan.

    Jika diterjemahkan secara harfiah digital transformation artinya adalah perubahan ke arah digital. Tentu saja dari terjemahan alakadarnya ini hanya bisa memberikan sedikit penjelasan. Karena penerapan digital transformation akan tampak berbeda dalam setiap bisnis, agak susah menentukan definisi yang pasti dari digital transformation. Secara umum digital transformation dapat diartikan sebagai integrasi teknologi digital ke semua area bisnis yang menyebabkan perubahan yang fundamental bagaimana suatu bisnis beroperasi dan bagaimana bisnis tersebut memberikan sebuah nilai bagi pengguna produk, konsumen, atau pun publik. Selain itu, digital transformation merupakan sebuah perubahan kultural yang menuntut suatu organisasi (baik itu swasta maupun pemerintah) untuk keluar dari status quo, sering bereksperimen , serta terbiasa dengan kegagalan. Proses perubahan ini terkadang memaksa organisasi untuk menyingkat proses bisnis yang panjang menjadi singkat dan secepat mungkin.

    Perubahan yang datang ini tentu saja tak bisa dihindari. Alasan mengapa banyak organisasi maupun bisnis yang seakan-akan latah untuk ikut dalam arus transformasi digital ini adalah karena mereka harus bertahan hidup. Lihat saja bagaimana toko-toko fisik mulai sepi pengunjung karena pengaruh e-commerce. Tak hanya toko-toko kecil saja, perusahaan yang sudah tumbuh besar saja merasa terancam oleh kehadiran start up baru yang berjiwa digital. Tengok saja beberapa tahun lalu perusahaan taksi nasional sempat ‘berseteru’ dengan  jasa transportasi daring online.



    4. Berjalannya Suatu Digital Ekonomi Pada Industri


    Ekonomi Digital

    Kini, Indonesia sedang menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau disruptive technology.  Revolusi Industri 4.0 melahirkan ekonomi digital. Bukti paling mencolok adalah digitalisasi. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa digitalisasi telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Digitalisasi membuka lapangan kerja baru yang belum pernah ada. Digitalisasi juga bisa meningkatkan produktifitas usaha karena  penggunaan data lebih efisien.

    Perlu diketahui bahwa salah satu tanda digitalisasi adalah berlakunya vertical networkingDi mana, jaringan tidak lagi memiliki sekat-sekat atau hirarki. Serta, diikuti horizontal integration yang mengutamakan output, inovasi inheren dan melahirkan fenomena baru. Juga, muncul konsep sharing economyInternet of Things, e-commerce, finansial technology, Artificial Intelligence dalam berbagai lini kehidupan.

    Hal yang paling dirasakan dengan adanya digitalisasi adalah lahirnya ekonomi digital yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai informasi, konsep ekonomi digital pertama kali diperkenalkan oleh Don Tapscott (The Digital Economy, 1995). Mempunyai rmakna keadaan sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen, kapasitas, dan pemesanan informasi. Ekonomi digital yang melakukan transaksinya dalam dunia maya sangat cocok dengan apa yang dikatakan oleh Don Tapscott tersebut.

    Berdasarkan hasil riset McKinsey Global Institute yang dirilis pada November 2014, ada 5 (lima) teknologi (disruptive technology) yang berpengaruh terhadap  pertumbuhan ekonomi digital. Serta, mampu merubah kondisi sosial di kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia, yaitu: Mobile Internet, Big Data, Internet of Things (IoT), Automation of Knowledge dan Cloud Technology.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan ekonomi digital Indonesia makin bersinar karena faktor koneksi internet. Dan, didukung perkembangan pengguna perangkat digital. Berdasarkan survei tahun 2018 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melansir bahwa pada tahun 2019 jumlah pengguna internet Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa (64,8%) dari total penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta jiwa. Jumlah pengguna internet tersebut menjadi modal besar perkembangan ekonomi digital.

    Apalagi, saat kunjungan ke Silicon Valley di Amerika Serikat tahun 2017 lalu, Bapak Presiden Jokowi menegaskan pada tahun 2020 Indonesia harus menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Oleh sebab itu, keinginan tersebut perlu didukung pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia. SDM Indonesia harus memahami pengetahuan era Revolusi Industri 4.0 seperti Artificial Intellegence (AI), Virtual Reality, dan Big Data Analysis.

    Senada apa yang diyakini oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menemani kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Silicon Valley, Amerika Serikat tahun 2017. Saat ditanya tentang perkembangan ekonomi digital oleh petinggi-petinggi perusahaan modal ventura, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tanpa pikir panjang menyebut bakal ada lima unicorn di Indonesia pada tahun 2019. 



    Sumber Tulisan :

    1. https://www.wartaekonomi.co.id/read226785/mengenal-revolusi-industri-dari-10-hingga-40

    2. https://accurate.id/bisnis-ukm/revolusi-industri-4-0-pada-bisnis/

    3. https://inixindojogja.co.id/transformasi-digital-penyebab-kepunahan/

    4. https://writing-contest.bisnis.com/read/20191201/557/1175975/membangun-ekonomi-digital-sebagai-prime-mover-ekonomi-indonesia-era-revolusi-industri-4.0


    Sabtu, 26 September 2020

    Tugas Pertemuan 2 Rangkuman

     

    Nama               : ilham Fadillah

    Nim                 : 12200026

    Kelas               : 12.1B.06

     

    Pengantar Teknologi Informasi dan Komonikasi

     

    Pengertian Teknologi :

    Teknologi adalah cara dimana kualitas hidup manusia ditingkatkan dengan pengenalan produk

    baru.

    Tenologi adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan penciptaan dan penggunaan

    sarana teknis dan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan.

     

    Pengertian Teknologi Informasi :

    Berikut salah satu definisi Information Technology yang di ambil dari “Information Technology

    Training Package ICA99” bahwa industry Teknologi Informasi didefinisikan sebagai

    pengembangan teknologi dan aplikasi dari computer dan teknologi berbasis komunikasi untuk

    memproses, penyajian, mengelola data, dan informasi,termasuk di dalamnya pengembangan

    hardware dan software yang berhubungan dengan computer.

     

    Beberapa Contoh Penerapan Teknologi Informasi dalam berbagai Bidang untuk

    Mengoptimalkan Sumber daya yang dimiliki :


     Bidang Pendidikan

     

    Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan

    zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, makalah Teknologi Informasi dan

    Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video,

    dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan

    terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet

    memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih

    efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

     Bidang Kesehatan

     

    Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam bidang kesehatan salah satunya ialah

    sistem yang berbasis kartu cerdas (smart card). Sistem ini dapat digunakan juru medis

    untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit, karena dalam

    kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Contoh lainnya

    ialah digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan

    komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh

    pasien.

     

    Beberapa Contoh Teknologi Informasi

    • Pengiriman SMS (Short Message Service)

    – Alat : handphone

    – Media : udara (wireless)

    – Data/informasi : text

     

     

    • Pengiriman MMS (Multi Media Service)

    – Alat : handphone

    – Media : udara (wireless)

    – Data/informasi : text, gambar

    • Pengiriman e-mail

    – Alat : komputer, hand phone, PDA (Personal Data Assistant)

    – Media : udara (wireless), kabel

    – Data/informasi : text

    • Akses Facebook

    – Alat : hand phone, komputer, PDA

    – Media : wireless, kabel

    – Data/informasi : text, gambar, video

    • Aplikasi SIM Akademik :

    – Alat : komputer

    – Media : wireless, kabel

    – Data/informasi : text

    • Saling bertukar file lagu menggunakan handphone melalui Bluetooth.

     

    Pengenalan Komputer Hardware, Software dan Brainware

     

    Definisi Komputer, yaitu peralatan (device) yang bekerja dibawah kontrol program yang

    tersimpan yang secara otomatis menerima, menyimpan dan memproses data untuk menghasilkan

    informasi yang merupakan hasil dari pemrosesan tersebut.

     

    ASPEK KOMPUTERISASI

    1. Aspek Teknis, yaitu Hardware, Software, Brainware

    2. Aspek Non Teknis, yaitu Dukungan Manajemen dan Displin Baru

    Definisi Komputer, yaitu peralatan (device) yang bekerja dibawah kontrol program yang

    tersimpan yang secara otomatis menerima, menyimpan dan memproses data untuk menghasilkan

    informasi yang merupakan hasil dari pemrosesan tersebut.

    ASPEK KOMPUTERISASI

    1. Aspek Teknis, yaitu Hardware, Software, Brainware

    2. Aspek Non Teknis, yaitu Dukungan Manajemen dan Displin Baru

    KLASIFIKASI KOMPUTER

    1. Berdasarkan Jenis Data Yang Diolah :

    a. Komputer Analog (Analog Computer), Keluaran dari komputer jenis ini adalah dalam

    bentuk dial atau grafik, contohnya besaran arus listrik. Keuntungan dari komputer analog

    adalah dapat langsung memproses data dalam besaran fisik tanpa harus dikonversikan

    terlebih dahulu. Dan kerugiannya adalah komputer jenis ini kecepatannya sangat lambat.

     

    b. Komputer Digital (Digital Computer), Komputer digital digunakan untuk memproses

    diskrit data (bilangan/angka yang terputus-putus) dan akan mengenali data sebagai sinyal

    diskrit dari tinggi rendahnya tegangan listrik. Keluaran dari komputer jenis ini bisa dalam

    bentuk angka,huruf dan grafik atau gambar. Komputer jenis ini sangat cocok untuk

    aplikasi bisnis. karena dapat menyimpan data, proses data lebih cepat, dan dapat

    melakukan perhitungan dengan logika.

    c. Komputer Hibrid (Hybrid Computer), Komputer hybrid adalah kombinasi antara

    komputer analog dengan komputer digital, sehingga komputer jenis ini dapat melakukan

    pengolahan data kualitatif dan kuantitatif. Komputer hybrid lebih cepat lagi di bandingkan

    komputer jenis digital

     

     

    2. Berdasarkan Bidang Masalah (Kegunaan) :

    a. Special Purpose Computer, Komputer jenis ini hanya dapat menyelesaikan satu masalah

    saja, sehingga hanya program tertentu saja yang dimasukkan dalam komputer ini,

    misalnya komputer perbankan dan komputer yang digunakan pada kilang minyak

    b. General Purpose Computer, Komputer jenis ini dapat menyelesaikan bermacammacam

    masalah. Komputer yang termasuk dalam jenis ini adalah komputer digital dan

    analog, namun yang umum adalah komputer digital misalnya komputer untuk pendidikan

    dan komputer untuk bisnis.

    3. Berdasarkan Kemampuan Komputer :

    a. Small Scalle Computer

    ü Disebut small scale mainframe computer

    ü Kapasitas memori antara 64 KB s/d 8 MB

    ü Dapat menangani puluhan terminal computer yang terpisah dari pusat computer

    b. Medium Scalle Computer

    ü Disebut medium scale mainframe computer

    ü Kapasitas memori antara 512KB s/d 8 Mb

    ü Dapat menangani ratusan terminal komputer yang terpisah dari pusat computer

    Large Scalle Computer

    ü Disebut large scale mainframe computer atau mainframe computer

    ü Bentuknya besar

    ü Kapasitas memori antara 512 KB s/d 8 MB

    ü Kecepatan tinggi dan dapat menggunakan time sharing, yaitu pengguna komputer

    dapat menggunakan komputer secara serentak dalam waktu bersamaan.

    4. Berdasarkan Ukuran Fisik Komputer :

    a. Komputer Mini (Mini Computer)

    ü Kapasitas memori antara 8 MB s/d 128 MB

    ü Menggunakan register 8 bit, 16 bit, 32 bit, dan 64 bit

    ü Bersifat multi user, yaitu sebuah komputer mini dapat digunakan bersama-sama oleh

    banyak pemakai

    b. Komputer Mikro (Micro Computer)

    ü Disebut personal computer (PC)

    ü Kapasitas memori 16 KB s/d 1 MB

    ü Menggunakan register 8 bit, 16 bit, dan 32 bit

    ü Umumnya di gunakan untuk single user

     

    Generasi Ke 1 (1945 1959)

     

    Ciri cirinya :

    Ø Menggunakan tabung hampa (electronic vacuum tubes)

    Ø Jumlah tabung hampa yang digunakan ± 18.000 tabung hampa.

    E-Learning STMIK Nusa Mandiri Page |9

    Copyright © September 2019

    Ø Berat tabung hampa ± 30 ton.

    Ø Banyak mengeluarkan panas.

    Ø Kecepatan proses masih rendah.

    Ø Penyimpanan data masih terbatas.

    Contoh Komputer Generasi ke-1 :

    Ø MARK I à komputer pertama

    Ø LEO (Lyon Electronic Office) à komputer komersial pertama yang dibuat di Inggris.

    Ø UNIVAC I (Universal Automatic Computer) à komputer komersial pertama yang dijual

    kepada Biro Sensus AS.

    Ø ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator)

    Ø EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer)

    Ø EDSAC (Electronic Delayed Storage Automatic Computer)

     

    Pabrik komputer yang memproduksi Generasi I

    Perusahaan komputer yang mengembangkan komputer generasi I adalah : IBM (terkenal dgn

    MARK Computer Seriesnya), Burroughs (Magnetic Drum Computer tipe E101), RCA

    (BIZNAC) dan Honeywell (Datamatic).

     

    Generasi Ke 2 (1959 1965)

     

    Ciri cirinya :

    Ø Menggunakan transistor atau disebut juga solid state devices.

    Ø Secara fisik, makin ringan dan kecil dibanding generasi I.

    Ø Penggunaan memori/storage semakin besar.

    Ø Proses lebih cepat.

    Ø Mulai digunakannya on-line data processing.

    Ø Mulai digunakan disk storage (penyimpanan data)

     

    Pabrik komputer yang memproduksi Generasi II

    IBM seri 1400, 7070–7090, IBM 1600, NCR (National Cash Register) seri 304, RCA model 501,

    Univac III, Univac 1107, dll.

      

    Generasi Ke - 3 (1965 1970)

     

    Ciri cirinya :

    Ø Menggunakan IC (Integrated Circuits).

    IC merupakan kumpulan transistor yang dipadatkan dalam komponen elektronika. Ada

    beberapa IC, yaitu:

    – SSI (Small Scale Integration) à terdiri atas < 100 transistor.

    – MSI (Medium Scale Integration) à 100 – 1000 transistor.

    – LSI (Large Scale Integration) à 1000 - 5000 transistor.

    – VLSI (Very Large Scale Integration) à > 50.000 transistor.

    – SLSI (Super Large Scale Integration) à > 500.000 transistor.

    Pabrik komputer yang memproduksi Generasi III

    IBM seri 360, ICL 1900, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, dll

    Generasi Ke - 4 (Sejak Tahun 1970)

    Ciri-cirinya:

    Ø Menggunakan LSI yang dikembangkan menjadi VLSI.

    Ø Teknologi pembuatan VLSI disebut dengan MOS teknologi merupakan pemadatan

    ribuan transistor ke dalam suatu chip.

    Ø Chip ini disebut juga dengan C-MOS (Chip Metal Oxide Semi Conductor) karena

    terbuat dari metal (logam/aluminium) melalui proses oksidasi dan bersifat semi

    konduktor.

     

    HARDWARE,Yaitu mendeskripsikan semua elemen elektronik dan mekanik dari komputer,

    bersama dengan peralatan yang digunakan komputer.

    Contoh: keyboard, CPU, Harddisk,dll.

     

    SOFTWARE, Yaitu komponen dalam data processing system yang berupa program-program

    dan teknik-teknik lain untuk mengontrol sistem.

    Contoh : Ms. Windows, Ms.Excel, dll

    .

    BRAINWARE, Yaitu orang yang bekerja dalam instansi komputer dan beberapa masalah yang

    berhubungan dengannya.

    Contoh : Analys System, Programmer, dll


    Konsep Dasar Komunikasi dan Teknologi komunikasi

     

     

    Menurut Cherry dalam buku Prof.Dr. H. Hafied Cangaa,M.Sc. Istilah Komunikasi berpangkal

    pada perkataan latin Communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun

    kebersamaan antara dua orang atau lebih.Komukasi juga berasal dari akar kata alam bahas latin

    Communico yang artinya berbagi.

     

    Pengertian Teknologi Komunikasi

    Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras(hardware) dalam sebuah struktur

    organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu

    mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu

    lainnya.

     

    Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauhmana teknologi komunikasi mampu

    membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi.

     

    Telekomunikasi berasal dari kata Tele = jauh dan komunikasi = hubungan. Jadi Telekomunikasi

    berarti hubungan melalui jarak jauh.

    Komunikasi merupakan suatu proses pemindahan dan penerimaan lambing -lambang

    yang mengandung makna dari komunikator kepada komunikan.

     

    Schramm menyampaikan pengertian komunikasi ke dalam tiga hal pokok sebagai berikut.

    a. Penyandi (Encode) yaitu komunikator yang mempunyai informasi atau pesan yang

    disajikan dalam bentuk code atau sandi, seperti: tulisan, bahasa lisan, verbal simbol dan

    visual simbol.

     

    b. Signal (Sign),yaitu berupa pesan, berita atau pernyataan tertentu yang ditujukan dan

    diterima seseorang. Pesan ini dapat diluiskan dalam bentuk gerak tangan, mimik wajah,

    kata - kata lisan, tulisan, gambar, foto, diagram, tabel, dan lainnya.

     

    c. Decoder, yaitu komunikan yang menerima pesan atau penerima sandi atau lambang yang

    harus dipahami dan dimengerti makna dari pesan yang disampaikan.

    Komunikasi sebagai suatu proses yang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu proses

    primer dan proses sekunder. Proses primer adalah proses komunikasi langsung tanpa adanya

    media yang dapat memanipulasi dan melipatgandakan jumlah penerima pesan. Dalam

    proses komunikasi ini, biasanya berbentuk bahasa, gerakan - gerakan yang memiliki makna

    khusus, dan aba - aba. Sedangkan proses sekunder berlangsung dengan bantuan

    mekanisme yang dapat melipatgandakan jumlah penerima pesan atau ditujukan untuk

    mengatasi berbagai macam hambatan fisik/kebendaan/jasadiah yang akan menghalangi proses

    komunikasi primer. Seperti mengatasi hambatan geografis proses komunikasi ini dapat

     

    Penerapan Teknologi Informasi

    1. Proses Penerapan teknologi Komunikasi

    Proses implementasi (penerapan) teknologi komunikasi merujuk pada model inovasi dalam buku

    “communication Tecnology “, The New Media in Society diperkenalkan oleh Everett M.Rogers.

    Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu :

     

    A. Tahapan inisiasi, usaha untuk mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi,

    memahami dengan seksama dan merencenakannya untuk mengadopsinya.

    Terdapat dua tingkatan, yaitu :

     

    1. Tingkatan Agenda-Setting, yaitu munculnya ide untuk mengadopsi teknologi

    komunikasi demi menyelesaikan permasalahan informasi yang muncul.

     

    2. Tingkatan Matching, yaitu kecocokan teknologi komunikasi yang diperlukan dan

    kemampuan untuk mengadopsinya.

     

    Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbullah keinginan untuk mengadopsi

    teknologi komunikasi yang diinginkan

     

    B. Tahapan implementasi, seluruh kegiatan yang dilakukan untuk menggunakan teknologi

    komunikasi yang di inginkan

    Terdapat tiga tingkatan, yaitu :

     

    1. Tingkatan redefining, mengatur, menyusun dan memodifikasi struktur organisasi

    (bagi sebuah lembaga) atau mental serta kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan

    teknologi komunikasi yang diinginkan

     

    2. Tingkatan clarifying, meyakinkan pada semua anggota (bagi sebuah lembaga) atau

    diri sendiri (bagi individu) tentang sejarah teknologi komunikasi, sehingga tidak lagi

    menjadi sesuatu yang asing.

     

     

    2. Perspektif tentang Penerapan Teknologi Komunikasi.

    Suatu organisasi/lembaga pengguna teknologi komunikasi memandang penerapan teknologi

    komunikasi sebagai :

     

    1. Manajemen system, merupakan upaya / usaha untuk mengoptimalkan hasil dari suatu

    system organisasi,perubahan yang dianggap sebagai suatu proses yang turun dari atas ke

    atas

     

    2. Proses birokrasi, merupakan usaha untuk mengubah kebijakan suatu lembaga,

    berdasarkan persepsi (opini/pendapat) manajemen puncak. Dan perubahan ditentukan

    pembuat dan pengambil keputusan

     

     

     

    3. Pengembangan organisasi, merupakan usaha untuk memenuhi keinginan /harapan

    individu dan komunitas yang muncul /timbul akibat adanya dorongan untuk

    meningkatkan partisipasinya.

     

    4. Proses tawar menawar, merupakan hasil proses tawar menawar yang pada akhirnya akan

    menghasilkan jalan keluar yang kompromi

    Perspektif tentang penerapan teknologi komunikasi adalah :

    v Teknosentrik, terciptanya suatu perubahan dan dianggap sebagai faktor yang dominan

    yang focus terhadap kapasitas dan tersedianya teknologi.

    v Sosiosentrik, focus pada situasi social yang terdapat pada sebuah lemabaga / organisasi .

    contoh : isu isu social dan perubahan social.

    v Konflik, tertuju pada proses pengambilan keputusan . misalnya : untuk menyelesaikan

    suatu konflik dibutuhkan penyelesaian dengan cara politik.

     

     

    3. Pelaku Teknologi Komunikasi

    Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang

    tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu :

     

    1. Pemakai

    2. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi

    3. Produsen peralatan komunikasi

    4. Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis

    dan teknis dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.

     

    catatan :

    v Pemakai : membutuhkan penyaluran dan penyampaian informasi yang membutuhkannya.

    Semakin lama semakin meningkat dalam jenis serta volumenya.

    v Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi : pemberi jasa telekomunikasi dengan kualitas

    dan harga yang pantas dan bertanggung jawab dalam penyampaian yang efisien,cepat dan

    relatif murah.

    Contoh : Warung Telekomunikasi (Wartel)

    v Produsen Peralatan komunikasi : perusahaan yang menghasilkan peralatan komunikasi

    dengan kualitas yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat dan

    bervariasi.

    v Badan yang mengatur : mengeluarkan peraturan dan persyaratan yang standar

    pelaksanaannya berdasarkan pengalaman, tingkat teknologi yang ada, perkiraan

    perkembangan teknologi yang dicapai oleh industri, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi

    dengan ongkos yang murah.

     

    Jenis-jenis informasi, meliputi:

    a. absolute Information

    yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan

    penjelasan lebih lanjut.

    b. Substitutional Information,

    yaitu jenis informasi yang merujuk kepada kasus dimana konsep informasi digunakan

    untuk sejumlah informasi.

    c. Philosophic Information,

    yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep -konsep yang menghubungkan

    informasi pada pengetahuan dan kebijakan.

    d. Subjective Information,

    yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia.

    e. Objective Information,

    yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi tersebut.

    f. Cultural Information,

    yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural.

    Komponen- komponen Informasi

    Berdasarkan analisis pendekatan sistem informasi ada beberapa komponen informasi, yaitu:

    a. Root of Information, yaitu komponen inti dari informasi yang berada pada tahap

    keluaran pertama sebuah proses pengolahan data yang biasanya disampaikan oleh orang

    pertama.

    b. Bar of Infotmation, yaitu badan atau batangnya informasi yang disajikan

    dan memerlukan informasi pendukung, agar informasi pertama atau inti dapat dipahami

    secara utuh.

    c. Branch of Information, yaitu informasi yang dapat dipahami apabila informasi

    sebelumnya telah dipahami.

    d. Stick of Information, yaitu komponen informasi yang sederhana dari cabang

    informasi. Bentuk informasi ini biasanya berupa pengayaan pengetahuan

    (enrichment), kedudukannya hanya sebagai pelengkap, (suplement) terhadap informasi

    yang ada.

    e. Bud of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro,

    namun keberadaannya sangat dibutuhkan, sehingga di waktu yang akan

    datang informasi ini akan berkembang dan dicari orang.

    f. Leaf of information, yaitu merupakan informasi pelindung untuk

    menjelaskan kondisi dan situasi ketika informasi itu muncul ke permukaan, seperti informasi

    tentang prakiraan cuaca, prakiraan kemarau panjang,dan terjadinya prakiraan terjadinya

    gempa atau gerhana bulan/matahari.

     

    1. Unsur-Unsur teknologi Komunikasi

    Unsur-unsur teknologi komunikasi adalah :

     

    v Informasi

    Dapat berupa tulisan, suara, musik, gambar,dan data yang memiliki spektrum frekuensi

    dan bentuk-bentuk yang berbeda.

    v Alat yang dipergunakan untuk meneruskan informasi

    v Dengan media transmisi dan sistem modulasi.

     

    Catatan:

    Dengan cara telekomunikasi melalui media pembawa (trasmisi).

    Contohnya : kabel koaksial.

    Sejenis kabel utama terbuat dari tembaga yang dikeliingi oleh anyaman halus tembaga lain dan

    diantara kedua sisinya terdapat isolasi

    Tugas Administrasi Jaringan. Konfigurasi Legancy - VLAN Routing

    Nama     : Ilham Fadillah Kelas     : 12.B5.06 Nim        : 12200026 TUGAS ADMINISTRASI JARINGAN Soal. 1. Konfigurasi Legancy Inter - VLAN R...